Jumat, 17 April 2020

Bahaya Bilik Disinfektan Semprot ke Tubuh

Bahaya Bilik Disinfektan Semprot ke Tubuh -  Berbagai metode digunakan untuk mencegah penyebaran virus corona tipe baru (Covid-19) yang saat ini endemik di Indonesia. Salah satunya dengan menyemprotkan disinfektan. Bahkan, tak sedikit orang yang menyemprotkan cairan desinfektan ke tubuh, jalan, hingga membuat ruang disinfektan (bilik).

Bahaya Bilik Disinfektan Semprot ke Tubuh

Di tengah pandemi virus korona, banyak orang menggunakan cairan Bilik disinfektan untuk membersihkan permukaan benda yang paling sering disentuh oleh banyak orang. Misalnya, gagang pintu, meja, kursi, keran wastafel, ponsel, lemari, dan lainnya. Ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus korona.
Penggunaan disinfektan semakin meluas di sejumlah daerah di Indonesia, seperti di tempat ibadah, bangunan, gerbang perumahan, dan tempat-tempat umum lainnya, melalui pembuatan stan atau kamar desinfektan.

Apa itu stan desinfektan dan bagaimana cara kerjanya?
Ruang atau bilik desinfektan adalah tempat khusus untuk menyemprotkan cairan disinfektan yang juga dilengkapi dengan radiasi cahaya atau ultraviolet di dalamnya. Cara kerjanya, orang yang memasuki ruangan akan disemprotkan cairan desinfektan dari berbagai arah.

Penyemprotan desinfektan diyakini dapat membunuh berbagai virus, termasuk virus korona Covid-19, yang menempel pada tubuh dan permukaan pakaian, tas, sepatu, atau barang yang dibawa oleh orang tersebut.

Apakah stan disinfektan efektif untuk mencegah penyebaran virus korona?
Penggunaan bilik desinfektan tidak boleh sembarangan, tetapi harus sesuai dengan persyaratan standar keselamatan yang sesuai. Umumnya, ruang desinfektan atau ruang digunakan di pintu laboratorium medis, di mana orang yang masuk harus menggunakan peralatan pelindung pribadi lengkap, seperti masker, sarung tangan, dan pakaian hazmat.

Jadi, apakah efektif menggunakan stan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus korona? Alih-alih membunuh virus dan mencegah penyebaran virus korona, penggunaan bilik desinfektan ini tampaknya tidak direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan radiasi ultraviolet atau radiasi dengan konsentrasi berlebihan di ruang desinfektan untuk membunuh virus, bakteri, atau mikroorganisme yang menyebabkan infeksi penyakit jangka panjang juga berpotensi menyebabkan kanker kulit.

Bagaimana Bahaya Bilik Disinfektan Semprot ke Tubuh?

Bahaya penyemprotan disinfektan pada tubuh manusia
Selain penggunaan stan disinfektan, tidak sedikit orang yang sekarang agresif menyemprotkan desinfektan langsung ke tubuh manusia. Misalnya penyemprotan desinfektan pada orang yang akan memasuki bangunan, pemukiman, atau gerbang perumahan. Faktanya, kondisi ini mungkin sering terlihat oleh pengemudi ojek online yang lewat dengan mengendarai mobil atau mengantarkan pesanan makanan.

Prinsipnya sama, penyemprotan desinfektan pada tubuh orang-orang ini diklaim mampu membunuh berbagai virus dan mikroorganisme yang mungkin menempel di tubuh dan permukaan benda mati yang mereka bawa.

Faktanya, kandungan alkohol, klorin, dan hidrogen peroksida dalam cairan desinfektan dapat bersifat karsinogenik (toksik) jika terhirup oleh pernapasan manusia dalam jangka panjang. Jika terkena kulit manusia atau selaput lendir, seperti mata dan mulut, dapat mengikis lapisan, menyebabkan iritasi.

Terutama cairan desinfektan yang belum tentu digunakan oleh masyarakat untuk menyemprot tubuh orang yang melewatinya yang mengandung alkohol, klorin, dan hidrogen peroksida. Karena, bisa jadi campuran konten desinfektan yang mereka gunakan sebenarnya tidak mengandung zat ini sehingga tidak efektif mencegah penyebaran virus korona.

Alkohol dan klorin hanya boleh digunakan sebagai bilik desinfektan untuk membunuh virus, bakteri, dan mikroorganisme yang ada di permukaan benda mati, seperti jalan, pagar, kendaraan bermotor, perabot rumah tangga yang sering disentuh oleh banyak orang, dan lainnya.