Rabu, 02 Desember 2020

Manfaat Tolak Angin untuk Tubuh Anda

Manfaat Tolak Angin untuk Tubuh Anda - Melakukan perjalanan jauh tidaklah mudah. Rute jalan yang tidak bersahabat, kondisi tubuh, perbedaan suhu selama perjalanan, lama perjalanan, bahkan teman travelling pun memegang peranan penting dalam kenyamanan setiap perjalanan jauh.

Manfaat Tolak Angin untuk Tubuh Anda

Salah satu yang paling mudah terjadi adalah pusing yang kemudian biasanya mengakibatkan muntah pada orang yang rentan mabuk perjalanan dan minum Tolak Angin. Biasanya lebih rentan terjadi pada anak kecil. Di kereta api, misalnya, meski bukan rekan perjalanan sungguhan, melihat kejadian seperti ini secara langsung biasanya bisa memengaruhi kesehatan di jalan.

Bahkan tak jarang, aroma tak sedap dari penderitanya yang pertama juga menggoda isi perut hingga tumpah. Kemudian kejadian ini dilanjutkan oleh penumpang lain dengan kondisi tubuh yang sama. Untuk menghindarinya, orang tua biasanya menggosok bagian tubuh anak dengan sesuatu yang hangat atau terkadang memberinya minuman hangat agar kondisi tubuh yang memburuk cepat sembuh.

 

Sayangnya, tidak mudah membawa minuman panas bersama Anda di setiap perjalanan. Setidaknya diperlukan termos kecil untuk sekedar menghangatkan badan saat AC di kendaraan membeku. Dan bobot termos cukup terasa saat ditumpuk dengan barang bawaan lain.

Saya lebih memilih obat lain yang saya anggap lebih praktis dan ekonomis tanpa mengurangi tujuan awal yaitu mengutamakan produk tolak angin untuk kebutuhan kesehatan di setiap perjalanan yang saya lakukan. Sebagai tujuan utamanya, menghalau angin selalu menjadi andalan tolak angin yang ingin menerobos tubuh hingga akhirnya ambruk di tengah jalan. Selain banyak manfaat, ada beberapa manfaat kesehatan lain yang saya dapatkan saat mengkonsumsi Tolak Angin.

Apa Manfaat Tolak Angin untuk Tubuh Anda?

 

Hangatkan tubuh Anda

Libur Idul Fitri kemarin, rencana mudik saya hampir berakhir ketika hujan deras tidak bisa diajak kerjasama sejenak dan terhenti serta memberi saya waktu untuk sampai di terminal Kampung Rambutan tanpa basah. Berpegang pada anggapan bahwa saya harus berhenti bertanya kepada tukang ojek online yang saya tumpangi agar tidak turun hujan.

Karena jarak tempuh hanya sekitar 2 KM dan apakah bisa dikatakan untung atau tidak, dia menyetujui permintaan saya. Alhasil, sesampainya di terminal desa Rambutan, kondisi pakaian saya basah mulai dari atas hingga sepatu. Kabar buruknya perjalanan menuju pelabuhan Merak yang memakan waktu 4-5 jam dalam kondisi macet karena semua ingin pulang berbondong-bondong, ini bukan kondisi yang baik.

Saya mungkin turun dari bus dan tidak sadarkan diri jika saya tidak berganti pakaian. Tidak ingin mengalami kondisi yang tidak diinginkan, saya langsung berganti pakaian. Dan duduklah dengan nyaman di bus menunggu perjalanan dimulai. Tak lama di situ, suhu mulai terasa menusuk-nusuk di kulit. Kondisi di luar dan di dalam bus sama. Dingin.

Saya mengambil ramuan penolak angin di kantong luar tas dan kemudian mengkonsumsinya untuk menghangatkan tubuh saya. Pernah melihat orang yang kedinginan mencari air jahe dan langsung meminumnya. Saat mengkonsumsi air jahe, seseorang akan menikmati rasa pedas yang nikmat. Bukan cabai pedas atau rasa hangat yang ditimbulkan oleh kandungan Gingerol pada jahe.

Biasanya saat dimasak untuk konsumsi keluarga, ditambahkan sedikit gula untuk mendapatkan rasa yang manis. Berbeda dengan komposisi olahan rumahannya, Jamu Tolak Angin hadir dengan madu sehingga rasa manis yang ditambahkan lebih terasa. Terasa sangat hangat begitu produk masuk ke kerongkongan.